HOT MONEY MENURUT EKONOMI SYARIAH

ANALISIS DAMPAK HOT MONEY BAGI PEREKONOMIAN Sebelum membahas lebih jauh tentang hot money, timbul pertanyaan, apa hot money itu? Secara harfiah arti dari kata hot money adalah uang panas, atau arus dana asing yang keluar masuk ke pasar modal secara bebas dalam jangka pendek. Salah satu dampak dari hot money adalah memicu apresiasi semu rupiah, dana spekulatif asing atau hot money tidak bisa dimanfaatkan untuk memacu sektor riil karena hanya berputar di sektor keuangan dan lebih banyak menguntungkan pemodal asing. Di sisi lain, biaya pengendalian moneter Bank Indonesia (BI) justru bakal membengkak. Ekonom Samuel Sekuritas, Lana Soelistyaningsih, menilai hot money yang semakin besar di instrumen keuangan dalam negeri khususnya Sertifikat Bank Indonesia (SBI) patut diwaspadai karena akan menyulitkan kebijakan moneter Bank Indonesia. Menurut Lana, di SBI saja pemodal asing bisa menikmati keuntungan dua kali yakni dari selisih imbal hasil atau capital gain instrumen tersebut dan selisih kurs. “Mereka bisa dapat 6,5 persen dari SBI dan 3 persen dari ekspektasi apresiasi rupiah,” ujar Lana. pada intinya pemerintah harus mempunyai kebijakan dan aturan yang tegas yang mengatur dana asing yang ke masuk ke indonesia dan mengatur instrumen mana saja yang boleh dibeli investor asing. Darmin menyebutkan cadangan devisa Indonesia sudah di atas 77 miliar dollar AS atau naik sekitar 2 miliar dollar AS dibanding pekan sebelumnya yang masih sekitar 75 miliar dollar AS. Naiknya cadangan devisa ini karena arus masuk dana asing yang terus mengalir ke Indonesia. Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati, mengakui derasnya capital inflow membuat rupiah menguat. Hingga kini apresiasi rupiah terhadap dollar AS cukup cepat dibandingkan dengan negaranegara lain. Hal ini juga perlu diwaspadai khususnya terkait dengan daya kompetisi produk Indonesia. PANDANGAN EKONOMI SYARIAH TERHADAP HOT MONEY Adapun pengertian ekonomi Islam adalah merupakan suatu ilmu yang mempelajari perilaku muslim (yang beriman) dalam suatu masyarakat Islam yang mengikuti Al-Qur’an, Hadits, ijma’, dan qiyas. Islam berpendapat yakni fungsi uang sebagai flow concept (konsep alir) artinya uang tidak boleh hanya diendapkan tanpa digunakan untuk transaksi produktif, disisi yang lain Islam melarang riba dan menggantinya dengan prinsip bagi hasil, akibat dari ini adalah transaksi spekulasi dipasar uang dapat tereduksir karena bunga sebagai penyebab spekulasi dihilangkan, selain itu secara jangka panjang akan terjadi keseimbangan disektor riil dan sector keuangan. Dan menurut Said sa’ad marthon, Uang dalam sistem ekonomi Islam mempunyai fungsi sebagai berikut : 1. Standar nilai dan satuam hutang 2. alat pembayaran (medium of exchange) 2. alat penyimpan kekayaan dan bukan penimbun kekayaan 3. Sebagai alat pembayaran zakat dan kewajiban lainnya Al Ghozali juga melarang penimbunan uang, dikarenakan bila uang ditimbun, maka yang akan terjadi adalah kelangkaan produktifitas dan menimbulkan lonjakan harga yang pada akhirnya akan melumpukan roda perekonomian. Bahakan Al Ghozali menganggap penimbunan uang sebagai kejahatan. Bila kita lihat dari fungsi uang menurut ekonomi Islam, jelas sudah bahwa uang itu bukan sebagai alat untuk berspekulasi atau menimbun kekayaan. Spekulasi sesungguhnya bukan merupakan investasi. Perbedaannya dengan investasia dalah terletak pada spirit yang menjiwainya, dan para spekulan mengambil keuntungan terhadap fluktuatif nilai mata uang dan dalam jangka pendek. Jika kita melihat yang tejadi di pasar uang konvensional, betapa uang dari asing ”hot money” begitu mudahnya keluar masuk, yang jelas itu merupakan unsur spekulasi yang akan membuat ketidakstabilan nilai mata uang dan dampaknya bagi perekonomian dan akhirnya masyarakat juga yang merasakan dampak dari hot money ini.

 DAFTAR PUSTAKA

http://www.okezone,com http://www.kompas.com Pusat Komunikasi Ekonomi Syari’ah, Buku Saku Lembaga Bisnis Syari’ah, (Jakarta; PKES, 2006) Said sa’ad marthon, Ekonomi Islam ditegah krisis ekonomi global DR euis Amalia, sejarah pemikiran Islam, Gramata

Tinggalkan komentar

Filed under Tulisan satu

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s